Bidang Riset

Rentang Gaji: Rp5jt - Rp20jt

Tentang Karier

Ini dia info lengkap tentang karier impianmu. Yuk, kenalan lebih dekat!

"Profesi di bidang riset melibatkan kegiatan penyelidikan, eksperimen, analisis data, dan penemuan ilmiah untuk memperluas pengetahuan di berbagai disiplin ilmu. Seorang peneliti bertanggung jawab untuk merancang dan menjalankan eksperimen atau studi penelitian. Mereka dapat bekerja di berbagai disiplin ilmu, termasuk ilmu sosial, ilmu alam, ilmu kesehatan, dan banyak lagi. Peneliti berperan dalam mengidentifikasi pertanyaan penelitian, mengembangkan metodologi penelitian, dan menganalisis data. Ilmuwan adalah ahli di bidang tertentu yang memimpin atau terlibat dalam riset ilmiah. Mereka dapat bekerja di universitas, lembaga riset, atau sektor industri. Ilmuwan bertanggung jawab untuk mengembangkan teori, menyusun eksperimen, dan membuat kontribusi signifikan terhadap pengetahuan di bidang mereka. Spesialis riset klinis bekerja dalam industri kesehatan untuk mengelola dan melaksanakan uji klinis. Mereka memastikan bahwa protokol penelitian diikuti, mengelola data pasien, dan berkomunikasi dengan tim penelitian dan pihak berkepentingan lainnya."

Jabatan

Ini dia jabatan yang tersedia di karier ini. Kamu bisa memilih jabatan yang sesuai dengan minatmu.

Peneliti Asisten Penelitian Analis Data Ilmuwan Spesialis Riset Klinis Riset Pemasaran Riset Sosial

Rekomendasi Jurusan

Rekomendasi jurusan kuliah di Program Studi ini, lengkap dengan prospek karier untuk masa depanmu

Lihat Jurusan Lainnya

Rekomendasi Kampus

Temukan beragam kampus yang sesuai dengan karier ini.

university
Swasta
logo
STIKES EKA HARAP PALANGKARAYA
STIKES EKA HARAP merupakan perguruan tinggi dilingkungan departemen Pendidikan nasional dibawah pembinaan direktur jendral pendidikan tinggi, berkedudukan di Palangka Raya provinsi Kalimanatan Tengah, dan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 162/D/O/2009 tentang Pengalihan Pembinaan Akademi Keperawatan EKA HARAP di Palangka Raya dari Departemen Kesehatan. Atas dasar ini, terjadi perubahan Akademi Keperawatan EKA HARAP di Palangka Raya. Sejak awal pendidikan, Yayasan EKA HARAP Palangka Raya berkomitmen untuk berpartisipasi membangun Kalimanatan Tengah di bidang pendidikan Kesehatan dengan harapan setelah lulus kembali ke daerahnya untuk mengabdikan diri, khususnya dalam bidang kesehatan masyarakat. Untuk mencapai lulusan tersebut, pada Tahun ajaran 1989/1990, Yayasan EKA HARAP Palangka Raya mendirikan Sekolah Perawat Kesehatan EKA HARAP berdasarkan izin tanggal 24 Juni 1989 Nomor: 148/Kep/Diknakes/VI/1989. Penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Perawat Kesehatan EKA HARAP Palangka Raya sampai dengan tahun ajaran 2000/2001 telah meluluskan sebanyak 10 ( sepuluh ) angkatan dengan jumlah lulusan sebanyak kurang lebih 450 orang yang seluruhnya sudah mengabdikan diri diwilayah Kalimantan Tengah sebagai PNS. Sejak tahun ajaran 1999/2000, Sekolah Perawat Kesehatan EKA HARAP tidak lagi menerima siswa baru karena akan mempersiapkan diri konversi ke Akademi Keperawatan. Berdasarkan hasil akreditasi institusi Diknakes dengan surat Keputusan Nomor: KS/00/02/4/3/4267, tanggal 31 Desember tentang hasil akreditasi SPK EKA HARAP Palangka Raya dengan nilai 81, 34 strata B. Dan atas dasar itu SPK EKA HARAP Palangka Raya dapat ditingkatkan statusnya (dikonversikan) menjadi Akademi Keperawatan EKA HARAP Palangka Raya dengan surat Rekomendasi dari Kepala Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Propinsi Kalimantan Tengah tanggal 14 Februari 2000, Nomor : DL.02.02.3.0284, selanjutnya penyelenggaraan AKPER EKA HARAP Palangka Raya didasarkan pada Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI, Nomor : HK.00.06.1.3.0724.1. tentang ijin penyelenggaraan. Tahun ajaran 2000/2001 merupakan penerimaan angkatan I AKPER EKA HARAP dan sampai tahun ajaran 2009/2010 AKPER EKA HARAP Palangka Raya telah menerima sebanyak 11 angkatan dan pada tanggal 1 Oktober 2009 dan berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor: 162/D/O/2009 tentang pengalihan pembinaan Akademi Keperawatan EKA HARAP di Palangka Raya dari Departemen Kesehatan ke Departemen pendidikan Nasional dan perubahan bentuk Akademi Keperawatan EKA HARAP Palangka Raya menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) EKA HARAP Palangka Raya. Pada saat ini STIKES EKA HARAP Palangka Raya Menyelenggarakan 3 program studi yaitu program Program Studi D- III, S-1 Keperawatan, dan Program Studi D-III Kebidanan. Perijinan Program-program studi disajikan sebagai berikut: Program Studi Ilmu keperawatan jenjang D-III Keperawatan Perjanjian ijin program studi keperawatan jenjang D-III Keperawatan di STIKES Eka Harap Palangka Raya. Nomor: 8794/D/T/K-XI/2011 Program Studi Ilmu keperawatan jenjang S-1 Keperawatan Perjanjian ijin program studi keperawatan jenjang S-1 Keperawatan di STIKES Eka Harap Palangka Raya. Nomor : 8790/D/T/K-XI/2011 Program Studi Ilmu keperawatan jenjang D-III Kebidanan Perjanjian ijin program studi keperawatan jenjang D-III Keperawatan di STIKES Eka Harap Palangka Raya. Nomor: 8795/D/T/K-XI/2011 STIKes EKA HARAP pada awal berdirinya tahun ajaran 1989/1990 adalah dari Sekolah Perawat Kesehatan EKA HARAP berdasarkan ijin dari Pusdiknakes tanggal 24 Juni 1989 nomor : 148/Kep/Diknakes/VI/1989 , dan merupakan satu-satu pendidikan kesehatan yang dikelola oleh pihak swasta yaitu Yayasan EKA HARAP Palangka Raya, yang bertu juan untuk mempercepat pemenuhan tenaga kesehatan khusus tenaga perawat di Kalimantan Tengah ,karena pada saat itu yang menyelenggarakan pendidikan kesehatan hanya Sekolah Perawat Kesehatan Depkes Palangka Raya. Sejak awal berdirinya Yayasan EKA HARAP Palangka Raya berkomitmen untuk berpartisi pasi membangun Kalimantan Tengah di bidang pendidikan Kesehatan dengan harapan setelah lulus kembali ke daerahnya untuk mengabdikan diri, khususnya dalam bidang kesehatan masyarakat. Tahun ajaran 1994/1995 SPK EKA HARAP dipercaya oleh Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah untuk menyelenggarakan Pendidikan Bidan C (pendidikan Bidan 3 tahun) sebanyak 2 (dua) angkatan yaitu tahun 1994/1995 dan tahun 1995/1996 dengan peserta didik yang berasal dari wilayah Kabupaten Barito Selatan masing-masing angkatan sebanyak 42 dan 32 orang peserta didik. Jadi lulusan Bidan C yang diluluskan oleh SPK EKA HARAP sebanyak 74 orang bidan yang sekarang sudah bekerja di daerah Provnsi Kalimantan Tengah sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil). Penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Perawat Kesehatan EKA HARAP Palangka Raya sampai dengan tahun ajaran 2000/2001 telah meluluskan sebanyak 10 (sepuluh) angkatan dengan jumlah lulusan sebanyak kurang lebih 450 orang yang seluruhnya sudah mengabdikan diri diwilayah Kalimantan Tengah sebagai PNS. Sejak tahun ajaran 1999/2000, Sekolah Perawat Kesehatan EKA HARAP tidak lagi menerima siswa baru karena akan mempersiapkan diri konversi ke Akademi Keperawatan berdasarkan hasil Akreditasi nilai B sehingga ditingkatkan statusnya menjadi Akademi Keperawatan atas rekomendasi dari Kakanwil Depkes Provinsi Kalimantan Tengah tanggal 14 Februari 2000 nomor DL.02.02.3.0284 selanjut dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI nomor:HK.00.06.1.3.0724.1 menjadi AKPER EKA HARAP Palangka Raya Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 162/D/O/2009 tentang Pengalihan Pembinaan Akademi Keperawatan EKA HARAP di Palangka Raya dari Departemen Kesehatan. Atas dasar ini terjadi perubahan bentuk Akademi Keperawatan EKA HARAP di Palangka Raya menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) EKA HARAP di Palangka Raya. Pendidikan tinggi ini diselenggarakan oleh Yayasan EKA HARAP di Palangka Raya. Sebagai jati diri Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan EKA HARAP Palangka Raya yang dijiwai semangat kebersamaan dalam melibatkan berbagai pihak untuk bekerjasama dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi, berdasarkan keluhuran martabat manusia dan pemerataan pelayanan kesehatan di provinsi Kalimantan Tengah geografis masih belum semua daerah
university
Swasta
logo
Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo
Segera setelah ditahbiskan menjadi Uskup Agung Pontianak pada bulan Juni 2014, Mgr. Agustinus Agus, menyampaikan rencananya untuk mendirikan sebuah Universitas Katolik di Pontianak. Tujuan dari pendirian sebuah Universitas Katolik (UNIKA) terutama untuk menyediakan pendidikan tinggi yang bermutu bagi kaum muda di wilayah Keuskupan Agung Pontianak (KAP), dan di Provinsi Kalimantan Barat secara umum. Beberapa intelektual Katolik di Pontianak dilibatkan dalam perencanaan itu, bersama dengan para pastor Ordo Pewarta (OP – Dominikan). Tim Persiapan Pendirian Perguruan Tinggi Katolik di Pontianak, yang sering disebut dengan “Tim Tujuh” itu, mulai dengan berbagai upaya dan serangkaian pertemuan. Namun pada tanggal 9 Agustus 2012 Pemerintah RI menerbitkan Surat Edaran tentang Moratorium Pendirian Perguruan Tinggi (SE Dirjen Dikti No. 1061/E/T/2012. Dengan adanya moratorium tersebut, salah satu anggota Tim Tujuh menawarkan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Pamane Talino, yang berlokasi di Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, untuk dialihkelola oleh Keuskupan Agung Pontianak. Pengalihkelolaan itu terlaksana pada 22 Maret 2018. Kemudian secara resmi Yayasan Landak Bersatu, pengelola STKIP Pamane Talino, dialihkelola oleh Keuskupan Agung Pontianak pada tanggal 6 Agustus 2018 melalui akta notaris. Roadmap pengelolaan dan pengembangan STKIP Pamane Talino telah menetapkan bahwa pada tahun ke-10 (2029) STKIP Pamane Talino telah berubah bentuk menjadi sebuah Universitas Katolik. Perkembangan yang terjadi pada tahun 2019, dan setelah melakukan berbagai konsultasi dengan seluruh pemangku kepentingan Yayasan Landak Bersatu, perubahan bentuk menjadi Universitas Katolik dimajukan dari tahun 2029 ke tahun 2022/23. Keputusan yang dibuat pada akhir tahun 2019 kemudian ditindaklanjuti dengan berbagai upaya persiapan. Universitas Katolik itu direncanakan dimulai dengan menambah 3 progran studi, yaitu Agribisnis, Sistem Informasi dengan peminatan pada Digital Business, dan Teknik (Rekayasa) Logistik, serta tetap mempertahankan tiga program studi pendidikan (Bahasa Inggris, Matematika, Olah Raga). Yayasan Landak Bersatu kemudian menyepakati bahwa nama resmi yang digunakan untuk Universitas Katolik ini adalah Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo (USA) Sebagai langkah awal, Keuskupan Agung Pontianak melaksanakan studi kelayakan (Feasibility Study), guna mendapatkan baseline bagi perencanaan pendirian Universitas Katolik tersebut. Persiapan studi kelayakan yang telah mencapai tahap akhir pada bulan Februari 2020, dan akan dilaksanakan di lapangan pada bulan Maret 2020. Namun dengan berjangkitnya wabah Covid-19, pelaksanaan studi kelayakan itu terpaksa dijadwal-ulang. “Work from home” yang dianjurkan pemerintah telah dimanfaatkan oleh penanggungjawab studi kelayakan tersebut dengan melakukan simulasi menggunakan hasil studi kelayakan tahun 2017. Mengacu pada data siswa SMA, SMK, dan MA, serta data perguruan tinggi yang dapat diakses bebas secara online, laporan awal ini dibuat. Penyerahan Akper Dharma Insan Pontianak dan Akbid St. Benedicta dari Yayasan Dharma Insan kepada Yayasan Landak Bersatu pada bulan November 2020 semakin memperkuat usaha pendirian Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo dengan menggunakan skema penggabungan perguruan tinggi. Setelah dokumen persiapan pendirian USA ini selesai dibuat, Tim Pendirian USA kemudian mendaftarkan pendirian USA lewat Program Akselerasi Pendirian Perguruan Tinggi oleh Kemendikbudristek. Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo (USA) mendapatkan izin pendiriannya melalui Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia nomor 489/E/O/2022 tertanggal 12 Juli 2022 tentang Izin Penggabungan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Pamane Talino di Kabupaten Landak, Akademi Keperawatan Dharma Insan Pontianak di Kota Pontianak, dan Akademi Kebidanan St. Benedicta Pontianak di Kota Pontianak menjadi Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo di Kabupaten Landak Provinsi Kalimantan Barat yang diselenggarakan oleh Yayasan Landak Bersatu. Saat ini ada tiga (3) fakultas dengan 8 program studi di USA: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (dahulu STKIP Pamane Talino) yang terdiri atas Program Studi Sarjana Pendidikan Matematika (PMAT), Sarjana Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) dan Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris (PBI). – Berlokasi di Ngabang, Kab. Landak Fakultas Sains dan Teknologi yang terdiri dari Program Studi Sarjana Agribisnis, Sarjana Sistem Informasi dan Sarjana Teknik Logistik (supply chain). – Berlokasi di Ngabang, Kab. Landak Fakultas Kesehatan terdiri dari Program Studi D3 keperawatan dan D3 Kebidanan (sebelumnya AKPER Dharma Insan dan AKBID Sta. Benedicta). – Berlokasi di Kota Pontianak Dalam konteks yang lebih besar, pendirian Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo bertujuan untuk mengembangkan pendidikan tinggi di Kalimantan Barat dengan menyediakan pelayanan pendidikan yang terbaik.
university
Negeri
logo
Universitas Bengkulu
Universitas Bengkulu (UNIB) didirikan berdasarkan keputusan Presiden RI Nomor 17 tahun 1982 dan diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Daud Yusuf. Pada saat yang sama dilantik Rektor UNIB pertama, Prof. Ir. Soenjoto Sumodihardjo (UGM) untuk masa jabatan 19821986. Dr. Ir. Soekotjo (UGM), yang sebelumnya menjabat Pembantu Rektor I, memimpin UNIB untuk periode 19861990. Untuk periode 19901995 Dr. Ir. Nitza Arbi (UNAND) diberi kepercayaan memimpin UNIB. Tahun 1995 sampai dengan 2005 jabatan Rektor UNIB dipegang oleh Prof. Dr. H Zulkifli Husin, S.E, M.Sc. (UNSYIAH). Sejak 2005 sampai dengan 2013 Rektor UNIB dijabat oleh Prof. Ir. Zainal Muktamar, Msc., Ph.D. Rektor ke6 Unib dipimpin oleh Dr. Ridwan Nurazi, S.E.,M.Sc., Ak dengan masa jabatan 20132017 dan 20172021. Pada tanggal 5 Oktober 2021, Dr. Retno Agustina Ekaputri, S.E., M.Sc. dilantik sebagai Rektor ke7 Universitas Bengkulu. Keberadaan UNIB merupakan wujud nyata dari perjuangan yang tak kenal menyerah dari Gubernur Soeprapto yang mendapat dukungan penuh dari masyarakat, tokoh adat, Pemda Tk. I Bengkulu, dan perguruan tinggi swasta bernama Universitas Semarak Bengkulu (UNSEB). Dukungan universitas ini diwujudkan dalam bentuk penyerahan mahasiswa UNSEB sebagai cikal bakal UNIB beserta lahan Kampus seluas 24,9 Ha di Desa Beringin Raya Bengkulu. Kendala utama yang dihadapi pada saat proses pendirian UNIB berdasarkan hasil studi kelayakan yang dilakukan oleh Universitas Sriwijaya di antaranya yaitu tidak tersedianya tenaga edukatif, sehingga pada waktu itu disimpulkan bahwa di Bengkulu belum layak didirikan sebuah universitas negeri. Kendala tersebut akhirnya dapat diatasi setelah Gubernur Soeprato menjalin kerjasama dengan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta atas petunjuk Presiden Soeharto. Realisasi dari hasil kerjasama tersebut dikirimlah beberapa tenaga edukatif dari UGM antara lain Prof. Ir. Soenjoto Sumodihardjo, Dr. Ir. Soekotjo, Drs. Sutarto, Ir. Supratoyo dan H. Hidjazi, S.H. untuk diperbantukan di UNIB baik sebagai pejabat struktural maupun sebagai tenaga edukatif. Mereka melakukan rekruitmen tenaga edukatif dari beberapa universitas di Jawa dan Sumatera.
Lihat Kampus Lainnya

Yuk ikuti Tes Potensi di Maukuliah.id

Banyak tes yang bisa kamu ikuti untuk mengetahui potensi dirimu. Yuk, ikuti tesnya!
Mulai Tes Sekarang
Menu
Profil
Riwayat